Minggu, 03 Maret 2019

Solari Bela Bale yang Dicemooh Fans Madrid



Berita Bola
- Pelatih Real Madrid Santiago Solari menyebut Gareth Bale telah melakukan banyak hal bagi klub dan pantas mendapat rasa hormat dari semua orang.

Bale ikut bermain di laga El Clasico lawan Barcelona, Minggu (03/03) dini hari WIB. Ia dijadikan starter di pertandingan itu.

Namun ia tak bermain penuh selama 90 menit. Ia ditarik keluar dan digantikan oleh Marco Asensio pada menit ke-61.

Disiuli Penonton


Meski jadi starter, namun Bale tak bisa menyumbangkan banyak hal bagi Madrid. Alhasil pada fans pun menghadiahkan siulan kepada pemain asal Wales ini.

Solari kemudian ditanya terkait performa Bale di laga itu. Ia pun mneyebut Bale sebenarnya sudah berusaha maksimal. Menurut Agen BandarQ sendiri performa Bale kian lama kurang begitu baik dan mungkin faktor dari pada usianya.



Saya pikir Bale telah melakukan banyak hal untuk klub dan banyak hal hebat dan semua orang pantas dihormati, tetapi para fans telah luar biasa," kata Solari pada Movistar.

"Ia mencoba, seperti orang lain. Kami bermain sebagai tim," tegasnya.

"Jika ada sesuatu yang kami lakukan dengan baik, itu bermain bersama, menyerang bersama dan bertahan bersama," tandasnya.

Belum Menyerah


Dengan kekalahan tersebut, Real Madrid kini berada di jalur yang terjal dalam persaingan gelar juara La Liga. Madrid tertinggal 12 poin dari Barcelona yang ada di puncak klasemen. Tapi, Solari menegaskan bahwa Madrid sama sekali belum menyerah.

"Ada jarak yang lebar antara kedua tim tapi kami tidak akan menyerah," tegas Solari.

"Kami punya komitmen, kami harus berjuang hingga akhir, seperti apa yang kami lakukan hari ini. Gelar juara La Liga dimenangkan pada pekan terakhir musim ini, jangan pikirkan berapa jaraknya, tapi Anda tetap harus memainkan setiap laga," tutupnya.

Mourinho Isyaratkan Ramos Memang Sengaja Sikut Messi




Berita Bola
- Eks pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengisyaratkan bahwa Sergio Ramos memang sengaja menyikut Lionel Messi dalam laga El Clasico.

Madrid memiliki misi khusus saat menjamu Barca di Santiago Bernabeu di jornada 26 La Liga, Minggu (03/03). Mereka ingin menghentikan rangkaian kemenangan yang didapat oleh pasukan Ernesto Valverde itu.

Maklum saja di tiga pertemuan sebelumnya musim ini, mereka selalu kalah. Sayangnya misi itu tidak kesampaian karena mereka tetap kalah dengan skor 1-0.

Insiden Sikutan Ramos


Pertandingan itu sendiri diwarnai dengan aksi kurang terpuji Ramos. Saat berebut bola, tangan kirinya melayang mengenai wajah Messi.

Messi pun jatuh tersungkur. Pemain asal Argentina itu sempat mendamprat Ramos sebelum akhirnya dipisahkan oleh wasit.

Mourinho kemudian mengomentari insiden tersebut. Menurutnya Ramos mungkin memang sengaja menyikut Messi dengan harapan bisa mengubah arah pertandingan. Menurut pengilihatan Agen BandarQ sendiri pertandingan malam itu yang di lakukan Ramos kepada Messi sangat kebetulan dan itu bisa di sebut kebetulan.




"Saya pikir tindakan Sergio Ramos mungkin berasal dari pemain yang tahu pertandingan harus berubah," kata Mourinho kepada BeIN Sports.

"Dan mungkin ia melakukannya dengan tujuan menciptakan suhu yang berbeda untuk babak kedua, karena permainan sampai saat itu benar-benar lembek, menurut saya," cetusnya.

Pernyataan Ramos


Ramos sendiri sudah membuat pernyataan terkait aksinya itu. Ia mengaku tidak punya niatan buruk pada La Pulga.

"Itu adalah bagian dari permainan dan tidak ada niat buruk," ucap Ramos dikutip dari situs resmi Madrid.

"Itu adalah sebuah permainan yang tidak disengaja," aku bek timnas Spanyol ini.

Ramos sendiri tidak mendapat hukuman dari wasit Alberto Undiano Mallenco atas pelanggaran pada Messi tersebut.


Jumat, 22 Februari 2019

Josep Guardiola : Percayalah Pada Sarri, Chelsea!



Berita Bola
- Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, menjelaskan alasan mengapa dirinya yakin bahwa Chelsea harus percaya pada Maurizio Sarri. Seperti dirinya di musim perdana bersama The Citizens, kepercayaan klub akan membantu The Blues bangkit.

Manchester City adalah tim yang membuat posisi Sarri di Chelsea semakin tersudut. Bagaimana tidak, The Blues kalah atas City dengan skor memalukan 0-6 sementara luka kekalahan atas Bournemouth kala itu belum benar-benar sembuh.

Setelahnya, serangkaian kritikan langsung membombardir Sarri. Bahkan para pendukung mulai gerah dan meminta pelatih asal Italia tersebut berhenti menggunakan skema 'Sarri-ball' yang tersohor sejak dirinya masih menukangi Napoli dulu.

Chelsea Harus Percaya Sarri


Sejatinya, 'Sarri-ball' sempat menunjukkan magisnya pada awal musim. 18 pertandingan berhasil dilalui Eden Hazard dkk tanpa merasakan pedihnya kekalahan. Namun performa The Blues mulai goyah setelah mereka tumbang untuk pertama kalinya saat bertemu Tottenham.

Tetapi fakta bahwa ini adalah musim perdana Sarri di Premier League jelas tak bisa dilupakan. Kurang lebih sama seperti yang dialami Josep Guardiola pada masa-masa awalnya di Manchester City, bedanya adalah ia mendapatkan kepercayaan dari manajemen klub. Menurut JokerQQ sendiri sang pelatih tidak cukup hanya 1 musim membangun tim perlu beberapa tahun untuk membentuk tim agar menjadi lebih hebat.




"Situasinya sedikit berbeda. Pada tahun pertama, klub tak pernah meragukan saya. Media tak pernah memberitakan bahwa saya akan dipecat bila kami kalah di laga ini atau pertandingan lainnya. Itu tak pernah terjadi," tutur Guardiola seperti yang dikutip dari Football Italia.

"Saya terkejut saat Antonio Conte memenangkan gelar dan saat kalah dalam satu-dua pertandingan di awal musim, orang-orang berkata bahwa dia akan dipecat. Saya berkata: 'wow, tapi dua atau tiga bulan lalu mereka memenangkan Premier League," lanjutnya.

'Sarri-ball' Masih Bagus


Guardiola bisa merasakan dengan jelas kualitas yang dimiliki Chelsea di bawah asuhan Sarri. Bahkan kemenangan 6-0 yang dituai timnya tak bisa dianggapnya sebagai refleksi keburukan dari 'Sarri-ball'. Ia selalu memandang tinggi pelatih berumur 60 tahun tersebut.

"Saat kami kalah di sana dan menang di sini, opini saya terhadap Sarri dan timnya selalu tinggi. Saat kami meninjau ulang laga melawan kami di sini, mungkin orang-orang takkan percaya saya, tapi mereka melalukan banyak hal yang luar biasa," tambahnya.

"Mereka melakukan banyak hal-hal yang bagus. Itu adalah perasaan saya. Saya telah berkata kepada staf saya dan mereka punya opini yang sama. Tekanan yang mereka berikan cukup baik," sambungnya.

"Permainan mereka bagus, tapi kami lebih tajam. Dengan empat atau lima peluang, kami berhasil mencetak tiga atau empat gol," tutupnya.

Disebut Tak Cocok dengan 'Sarri-ball', Kante: Saya Nyaman, Kok!



Berita Bola
- Publik beranggapan bahwa N'Golo Kante tak cocok memainkan peran yang diberikan oleh pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, dalam skema 'Sarri-ball'. Namun pemain asal Prancis tersebut mengaku bisa menikmati peran barunya tersebut hingga sekarang.

Kante dikenal sebagai gelandang bertahan yang mampu merusak permainan lawan dari lini tengah. Namun hal tersebut tak lagi terlihat dalam masa kepelatihan Maurizio Sarri, yang lebih menginginkan eks pemain Leicester City itu lebih aktif melakukan serangan.

Menurut penilaian publik, Kante tak cocok dengan peran itu. Bahkan sebagian orang meyakini bahwa perubahan posisinya sebagai dalang dari serangkaian hasil buruk yang didulang oleh The Blues dalam beberapa pekan terakhir.

Nyaman dengan 'Sarriball'


Legenda Chelsea, Mario Melchiot, pernah menyatakan bahwa Kante bisa meninggalkan klub akibat dari 'Sarri-ball' yang dipaksakan. Sebab menurutnya, peran baru yang diemban pemain berumur 27 tahun itu telah mencabut rasa senangnya dalam permainan. Menurut JokerQQ sendiri Kante belum bermain sangat bagus saat Sarri menjabat menjadi pelatih Chelsea dan dia bermain bukan bermain di posisi aslinya dan ini akan menyulitkan bagi Kante sendiri.





"Bila anda memainkan pemain di luar posisinya, anda mengambil rasa senang mereka. Dan saat rasa senang mereka hilang, pemain akan mulai melihat ke tempat lain," ujar Melchiot seperti yang dikutip dari talkSPORT.

Namun Kante menampik dugaan bahwa dirinya tidak menikmati peran terbarunya tersebut. Bahkan dengan tegas ia berkata bahwa dirinya menyukai itu.

"Baik, baik-baik saja. Saya suka posisi seperti ini [lebih menyerang]. Lebih memilih itu? Tergantung pada pertandingannya, tapi saya menikmatinya. Saya bersama pelatih, dan saya sekarang menikmati cara saya bermain sekarang," tutur Kante seperti yang dikutip dari Goal.

Sudah Terbiasa


Dan ternyata, Kante sudah terbiasa bermain lebih menyerang semasa membela Timnas Prancis. Itulah yang menjadi alasan mengapai ia bisa menikmatinya.

"Ini adalah posisi yang biasa saya mainkan saat bersama Prancis. Saya senang berpartisipasi lebih dalam posisi menyerang untuk mengubah permainan. Saya menikmatinya," tambahnya.

Perubahan posisi Kante sejatinya berhubungan dengan kehadiran Jorginho, yang dibeli Chelsea dari Napoli pada bursa transfer musim panas ini. Belakangan ini, gelandang asal Italia tersebut dianggap tak memberikan kontribusi yang memuaskan.

"Jorginho datang pada musim ini. Dia sedang bermain sangat baik. Dia sangat mengenal filosofi dari pelatih. Dia sangat penting bagi kami di klub ini," tandasnya.

Kamis, 21 Februari 2019

Final Carabao Cup, Man City Tidak Berharap Menang 6-0 Lagi



Berita Bola
- Manchester City akan menghadapi Chelsea di final Carabao Cup, Minggu (24/2) malam WIB mendatang. Pertandingan itu penting bagi kedua tim. Man City dengan status juara bertahan, Chelsea dengan hasrat tinggi meraih trofi untuk memperbaiki musim mereka.

Di atas kertas, Man City jelas lebih diunggulkan. Belum genap dua pekan lalu, pasukan Pep Guardiola itu menghajar Chelsea dengan setengah lusin gol tanpa balas. Lini serang Chelsea tampil beringas.

Man City lebih diuntungkan karena kondisi Chelsea yang sedang kurang percaya diri. The Blues kalah dari Man City dan MU di FA Cup, untungnya mereka berhasil meraih kemenangan melawan Malmo di tengah dua pertandingan tersebut.

Kendati demikian, gelandang Man City, Bernardo Silva tidak mau terus mengingat kemenangan 6-0 tersebut

Tidak Akan Terjadi Lagi


Mengalahkan Chelsea 6-0 memang terasa manis untuk Man City, tapi Bernardo Silva percaya hal yang sama tidak akan terjadi lagi. Dia meminta skuat Man City segera melupakan kemenangan tersebut jika ingin menjuarai Carabao Cup. Menurut JokerQQ sendiri pertandingan antara Man City vs Chelsea dalam pertandingan Carabao Cup sangat seru di mana ke dua tim sama sama ingin hasil yang maksimal dalam laga kali ini.




"Sejujurnya, kami harus segera melupakan pertandingan itu [menang 6-0] sebab hal yang sama tidak akan terjadi lagi. Kami tidak mengharapkan hasil yang sama," kata Silva di Sky Sports.

"Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia, meski dewasa ini hasil pertandingan mereka tidak terlalu baik."

Tidak Bisa Bersantai


Lebih lanjut, Bernardo Silva yakin timnya harus berusaha memberikan yang terbaik jika ingin menjaga peluang menang. Dia percaya pertandingan itu akan berjalan sulit, artinya skuat Man City harus berusaha memberikan yang terbaik.

"Melawan pemain-pemain seperti itu, anda tidak pernah bisa rileks, dan jika anda memberi mereka waktu untuk berpikir, waktu untuk bermain, dan waktu untuk membuat keputusan, itu akan menghancurkan anda."

"Jadi, kami harus bermain dengan intensitas yang sama baiknya untuk meraih trofi lainnya," tutup Silva.

Bos Chelsea, Maurizio Sarri diharapkan mau mencoba taktik lain pada pertandingan tersebut. Sebab Pep Guardiola disebut sudah paham betul caranya mengalahkan gaya bermain Sarri.

Selasa, 19 Februari 2019

Beresiko, 'Sarri-Ball' Diklaim Bisa Buat Dua Pemain Chelsea Hengkang



Berita Bola
- 'Sarri-ball' milik Maurizio Sarri tidak hanya membuat The Blues alami hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Legenda Chelsea, Mario Melchiot, meyakini bahwa dua pemain penting, Eden Hazard dan N'Golo Kante, bakalan pergi karena strategi tersebut.

Sarri datang dari Napoli pada bursa transfer musim panas kemarin dengan membawa skema andalannya. Hasilnya pun terlihat dalam 18 pertandingan awal, di mana Chelsea tampak meyakinkan dengan catatan tanpa kekalahan.

Sayangnya, sejak tumbang atas Tottenham di ajang Premier League bulan November 2018 lalu, performa The Blues perlahan mengalami penurunan. Puncaknya adalah kekalahan atas Bournemouth dan Manchester City yang terjadi dalam rentang waktu satu pekan saja.

Bisa Buat Kante Pergi



Salah satu yang terkena dampak dari 'Sarri-ball' adalah N'Golo Kante, yang dimainkan di luar posisi aslinya demi mengakomodir pemain bawaan Sarri, Jorginho. Pemain yang dikenal sebagai spesialis dalam merusak permainan lawan itu kini diplot sebagai gelandang dengan mindset lebih menyerang.

Melchiot meyakini bahwasanya Kante bisa saja pergi jika Sarri masih berkutat dengan 'Sarri-ball' miliknya. Sebab menurutnya, kebahagiaan seorang pemain akan tercabut dari dalam dirinya jika dimainkan di luar posisi favoritnya. Menurut JokerQQ juga Kante bisa pergi dari Chelsea karena dia tidak pernah memainkan peran terbaiknya dan kemungkinan besar dia akan hengkang dari Chelsea.

"Bila anda memainkan pemain di luar posisinya, anda mengambil rasa senang mereka. Dan saat rasa senang mereka hilang, pemain akan mulai melihat ke tempat lain," tutur Melchiot seperti yang dikutip dari talkSPORT.

"Kemampuannya adalah merusak permainan dan mencuri bola dari belakang, dan itu membuat pemain Chelsea lainnya berani mengambil resiko karena mereka punya rasa aman dengan Kante di belakangnya. Rasa aman itu telah hilang," lanjutnya.

Sarri-Ball Berdampak ke Hazard



Sama halnya seperti Kante, Melchiot juga beranggapan bahwa 'Sarri-ball' telah membuat Hazard kehilangan permainan aslinya. Padahal bagi pria berumur 42 tahun tersebut, sihir Hazard terletak dalam keahliannya dalam menggiring bola.

"Sarri komplain bahwa dia terlalu sering menggiring bola, tapi apa yang anda inginkan? Itu adalah kemampuannya dan tak ada pemain yang ingin melawannya saat ia melakukan itu," tambahnya.

"Bila anda tak ingin ia menggiring bola, bila anda ingin dia bermain dengan satu sentuhan saja, dia seharusnya tak berada dalam tim anda," tutupnya.

Hazard sendiri berulang kali memberikan kode soal kepindahannya ke klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Atau setidaknya, dari komentar yang ia lontarkan dalam beberapa kesempatan, pemain asal Belgia itu punya niat untuk meninggalkan Stamford Bridge musim panas nanti.

Senin, 18 Februari 2019

Chelsea Kalah, Sarri Disebut Pemalas !


Berita Bola
- Maurizio Sarri menjadi sasaran kritik ketika Chelsea takluk 0-2 dari Manchester United pada putaran kelima FA Cup 2018/19, Selasa (19/2) dini hari WIB. Kekalahan itu berarti Chelsea sudah tersingkir dari kompetisi nomor dua di Inggris tersebut.

Sarri dikritik keras karena permainan Chelsea tampak sangat buruk pada pertandingan tersebut. Taktik andalan Sarri, yang disebut dengan Sarriball, tidak bisa benar-benar diterapkan oleh para pemain Chelsea.

Dua gol MU membuktikan kelemahan Chelsea di kedua sisi sayap. Gol-gol tersebut bermula dari pergerakan di sisi sayap, umpan silang ke kotak penalti, dan dituntaskan dengan sundulan. Celah permainan Chelsea tampak jelas.

Taktik Malas


Analis sepak bola Sky Sports, Paul Merson menilai Sarri sebenarnya belum berusaha cukup keras untuk meningkatkan permainan Chelsea. Dia justru menilai Sarri pelatih yang malas, sebab Sarri masih mengandalkan pemain-pemain lama yang dia miliki di Napoli seperti Jorginho dan Gonzalo Higuain. Menurut JokerQQ sendiri permainan Chelsea malam itu seperti tidak biasanya dan mereka tidak bisa melakukan serangan balik ke MU.




"Sebagai fan Chelsea, itu [keputusan Sarri] tampak malas bagi saya. [Cara berpikir Sarri] 'Saya pernah melatih Napoli, Jorginho bagus, saya akan membeli Jorginho. Saya butuh striker, Higuain mencetak banyak gol untuk saya'," tegas Merson.

"Orang-orang mengatakan dia sukses di Napoli, tapi dia tak pernah menjuarai apa pun. Ya, dia mendapatkan poin lebih banyak, tapi saya tidak pernah bermain untuk tim di mana saya akan senang ketika mendapatkan banyak poin tapi tidak menjuarai apa pun."

Ditunggu Man City


Setelah kekalahan ini, Chelsea akan menghadapi Manchester City di final Carabao Cup, Minggu (24/2) mendatang. Merson percaya tidak akan ada fans Chelsea yang optimistis timnya bisa menang jika permainan Chelsea masih sama.

"Saya sudah tidak sabar menunggu hari Minggu. Bukan seperti fans Chelsea yang berpikir: 'kami bisa menang di sini', saya hanya ingin melihat apa yang dia perbuat."

"Apakah yang akan dia perbuat Minggu besok? Jangan katakan dia akan melakukan hal itu lagi [taktik Sarri] di Wembley. Saya sudah tidak sabar melihat bagaimana dia merancang tim. Jika Chelsea bermain dengan cara yang sama, kita akan mendapatkan hasil serupa," tutupnya.